Makassar, halalmuisulsel.or.id – Lembaga Pengkajian Halal, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPH LPPOM MUI) Sulawesi Selatan mengadakan rapat kerja yang dirangkai dengan family gathering. Dalam acara itu, pengurus komisi fatwa MUI Sulsel Dr KH Yusri Arsyad, Lc MA, membawakan tausiyah.

Family gathering ini, dihadiri oleh Direktur LPPOM Raudhatul Jannah Syarif, dan seluruh pengurus serta staf bersama keluarga yang terlaksana di hotel Claro, Makassar, Sabtu, (27/1/2024).

Dalam tausiyahnya, KH Yusri Arsyad mengatakan agar kedepannya LPPOM MUI Sulsel bisa lebih menginspirasi, lebih bagus lagi, dan lebih komitmen untuk agama dari segi kehalalan suatu produk yang akan dikonsumsi oleh umat Islam khususnya di Sulawesi Selatan ini.

“Pekerjaan yang paling menantang sebenarnya adalah menghalalkan yang dihalalkan, dan mengharamkan apa yang telah diharamkan. Bahkan Rasulullah pernah bersabda kepada salah satu sahabat jika engkau mampu menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, maka bagimu adalah surga,” ujar anggota komisi fatwa MUI Sulsel ini.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Tunisia ini mengulas terkait hikmah Isra’ dan Mi’raj Rasulullah, di mana saat ini sudah memasuki bulan Rajab dalam kalender Hijriah.

Yusri Arsyad mengatakan bahwa inti dari Isra’ Mi’raj ini adalah perjalanan Rasulullah menuju langit tertinggi, untuk menerima hadiah terbesar yakni perintah melaksanakan salat lima waktu, dan sekaligus kesempatan bagi Rasulullah melihat alam semesta sebagai buah dari kesabarannya dalam mempertahankan Islam ini.

“Mengapa kita diperintahkan untuk salat, oleh karena kita sebagai manusia ada sarana untuk bertemu dengan Allah Swt dan satu-satunya cara bertemu dengannya hanyalah lewat salat, dan inti dari salat itu adalah ketika kita sedang sujud,” ungkapnya dalam tausiyah.

Dalam Alquran Allah memerintahkan kita untuk bersujud, sebab dengan bersujud maka kita akan dekat kepada-Nya. Dan dalam salat pula kita berdoa agar segala keinginan-keinginan dapat tercapai dengan jalan menyerahkan segala urusan kepada Allah.

Pada lanjutan tausiyahnya, Yusri Arsyad berpesan agar manusia haruslah selalu berbaik sangka kepada Allah. Mungkin saja doa-doa itu belum langsung dijawab, oleh karena Allah ingin menguji sampai di mana kesabaran umatnya.

Allah memerintahkan kepada manusia dalam menghadapi persoalan hidup, maka kita diperintahkan untuk meminta pertolongan dengan cara bersabar dan salat. Sebab dengan cara inilah, umat Islam dapat melaporkan dan menumpahkan segala keluh kesahnya dalam menghadapi problematika kehidupan, dan salat akan menenangkan serta menghilangkan stres.

Kontributor: Nur Abdal Patta